Sensitivitas Film Berlatar Perbedaan Agama | Catatan M SUDAMA DIPAWIKARTA

1 Просмотры
Издатель
Catatan kecil Dhipa Galuh Purba

Di bumi Indonesia, umat agama yang diakui, mendapat kebebasan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Umat Islam yang menjadi mayoritas masyarakat di Indonesia, selama ini dapat hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya secara damai.

Kerukunan dalam beragama di Indonesia layak menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia.

Hampir semua stasiun televisi, menyediakan slot waktu untuk ceramah agama-agama yang diakui di Indonesia. Ketika sebuah televisi sedang menayangkan acara Mimbar Agama Kristen, misalnya, umat Islam tidak melakukan protes.

Begitupun sebaliknya. Antar umat beragama saling menghormati, karena semua menyadari bahwa umat agama apapun membutuhkan siraman rohani.

Demikian pula film-film yang bertema agama tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat sepanjang bersih dari cerita yang menistakan agama lainnya.

Toleransi beragama itu bukan berarti antar beragama dapat mengikuti setiap upacara keagamaan, kecuali dalam konteks tertentu. Titik berat toleransi adalah pada sikap tasamuh, dengan lapang dada saling menghormati ajaran dan kepercayaan masing-masing.

Terhadap umat muslim yang protes terhadap suatu film, tidak bisa menyalahkan sikapnya yang fanatik. Sebab fanatik beragama itu merupakan keteguhan dalam memegang akidah.

Pada kasus tertentu, mereka yang dianggap fanatik pun dapat memahami konteks suatu cerita dalam film.

#FilmBerlatarBedaAgama
#ToleransiBeragama
#TemaSensitif
Категория
Фильмы
Комментариев нет.